Dataran tinggi Bandung dulunya merupakan kaldera Gunung Purba Sunda yang kemudian berubah menjadi Danau Purba Bandung. Kota ini berdiri pada ketinggian 625-775 meter dpl di mana dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Danau Purba Bandung atau lebih dikenal dengan sebutan Situ Hyang diyakini pernah merendam dataran tinggi Bandung. Yang menjadi pertanyaan adalah, kemanakah sisa peninggalan danau purba ini?

Mungkin ada beberapa pembaca terutama pembaca angkatan 50-60 an pernah mendengar nama Situ Aksan. Situ Aksan diyakini oleh masyarakat Bandung sebagai sisa peninggalan danau pirba Situ Hyang yang saat ini telah lenyap dimakan zaman. Situ Aksan terletak di sebelah barat kota Bandung, tepatnya sebelah selatan Jalan Jendral Sudirman yang mengarah ke bundaran pertemuan dengan Jalan Soekarno Hatta.

Pemerintah Hindia Belanda memberi nama untuk danau yang menjadi objek wisata di kota ini pada masanya sebagai Westerpark. Sedangkan jalan yang menghubungkan Westerpark dengan Grote Postweg (Jalan Raya Pos, sekarang Jalan Jendral Sudirman) disebut Westerparkweg. Saat ini Westerparkweg dikenal dengan nama Jalan Suryani. Situ Aksan yang memiliki pulau kecil ditengahnya di mana dapat ditempuh dengan perahu ini merupakan objek wisata favorit pada tahun 1950 hingga 1960. Berperahu di Situ Aksan merupakan kegiatan rekreasi favorit warga bandung pada saat itu.

Suasana yang permai dan nyaman, teduh, hijau dan sejuk melengkapi keindahan Situ Aksan pada saat itu. Sayangnya suasana seperti itu hanya bisa dinikmati hingga tahun 1970. Pada awal tahun 1970, kawasan Situ Aksan mulai mengalami penyusutan karena pembangunan areal hunian di sekitarnya. Luas Situ Aksan semakin lama semakin mengecil, hingga awal tahun 1980 Situ Aksan hanya seluas kolam pemancingan. Sampai puncaknya pada awal tahun 1990, Situ Aksan sudah benar-benar lenyap tanpa sisa. Saya pun tidak sempat sama sekali menikmati keindahan danau itu. Hanya mendengar cerita dari orang-orang, dan membaca beberapa buku.

Ironis memang, apakah ini seleksi alam, atau kecerobohan pemerintah pada saat itu dalam pengelolaan kota, atau mungkin juga ketidakpedulian dalam pelestarian alam. Situ Aksan bukan satu-satunya tempat bersejarah yang menjadi korban pembangunan.  Ada juga Situ Bunjali dimana nama Bunjali berasal dari nama tumbuhan Jali yang tumbuh di sekelilingnya. Situ Bunjali yang kini telah menjadi komplek perumahan, terletak sebelah selatan kolam renang cihampelas. Ada juga situ yang saat ini kondisinya terancam akan punah juga, yaitu Situ Emuh yang terletak di sebelah selatan kolam renang Karang Setra dan Situ Neglasari yang terletak di daerah Ciumbuleuit. Akankah nasib mereka akan seperti Situ Aksan dan Situ Bunjali? Itu tergantung kepedulian pemerintah dan warga Bandung pada umumnya.

sumber dan gambar :