Saya rasa ini adalah liburan paling menarik di akhir tahun ini. Sebenarnya, saya baru memutuskan untuk berangkat ke Ujung Genteng Sukabumi itu hanya seminggu sebelum berangkat. Sempat terfikir kalo rencana yang sudah dibicarakan sejak 2 bulan yang lalu ini gagal terlaksana karena kurangnya peserta yang akan ikut. Tak disangka, saya ditelfon oleh seorang sahabat yang merantau di negeri sebrang sana. Beliau menginginkan untuk menghabiskan liburan di Ujung Genteng. Akhirnya saya putuskan untuk ikut juga.

Oya, mungkin ada beberapa pembaca yang sedikit asing mendengar daerah Ujung Genteng. Ujung Genteng adalah suatu daerah pesisir pantai yang terletak  kurang lebih 130km sebelah selatan kota sukabumi. Pantai nya masih alami, belum tercemar oleh apapun, dan tentu saja memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan.

Rombongan berjumlah 12 orang dengan 6 motor berangkat dari start point yaitu Kota Cimahi sekitar pukul 8 pagi. Kami melalui rute Padalarang – Cianjur – lalu masuk ke arah Kota Sukabumi, kemudian mengambil jalan ke arah Pelabuhan Ratu. Sebenarnya ada jalan langsung menuju Ujung Genteng tanpa melalu jalan ke arah Pelabuhan Ratu yang bisa dibilang memutar dan jaraknya cukup jauh. Jalan lain berada setelah kita keluar kota sukabumi, ada jalan ke arah selatan yang nanti akan menembus ke Kota Surade yang merupakan kota terakhir sebelum Ujung Genteng. Namun kita mendapat info bahwa jalan memotong itu sedang dalam kondisi rusak, sehingga jalan yang terbaik yang ditempuh adalah melalui rute Pelabuhan Ratu.

Di sepan jang perjalanan, kita akan menemui  banyak sekali pemandangan yang indah. Melihat pantai dari bukit, melewati kebun teh, dan jejeran pegunungan yang sungguh indah. Kami pun tidak melewatkan momen itu dengan mengambil beberapa gambar di beberapa tempat.

Tidak heran kalau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Ujung Genteng menjadi panjang, karena rombongan seringkali berhenti hanya untuk berfoto. Pukul 5 sore kami baru sampai di gerbang masuk daerah wisata Ujung Genteng, wow, 9 jam perjalanan. Setelah membayar retribusi sebesar 2000 rupiah/orang, kami langsung menuju pantai yang ternyata masih berjarak 10km dari pintu masuk.

Sesampainya di pantai, kami disambut oleh pesona matahari terbenam di pantai ini. Sungguh indah dan menakjubkan, sesaat lelah kami setelah lebih dari 9 jam perjalanan hilang begitu saja.

Kami memutuskan untuk membangun tenda di pinggir pantai di sebelah rumah penjual ikan, ternyata angin bertiup cukup kencang, sehingga pintu tenda kami hadapkan membelakangi pantai.

keesokan paginya, kami berjalan menyusuri pantai. Sedikit berjalan ke utara, kita akan menemui pulau karang yang dapat disebrangi dengan berjalan kaki saja. Yang seru di pantai ini, sampai jarak 100 meter dari bibir pantai, kedalaman air hanya sampai lutut orang dewasa. Ombak pun baru kita temui sekitar 100meter dari bibir pantai. Jadi kita dapat ke tengah pantai hanya dengan berjalan. Ombak yang bersahabat, membuat pantai ini aman untuk aktifitas renang para wisatawannya.

Ujung Genteng memiliki banyak sekali lokasi wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Ada Pantai, Cagar Alam, Air Terjun, Muara, sampai dermaga lama. Sayangnya, untuk mencapai lokasi-lokasi wisata tersebut, harus melewati jalan setapak yang bermedan cukup sulit. Apalagi setelah hujan, jalan yang hanya merupakan jalan setapak akan becek dan sulit untuk dilewati. Selain itu, ada beberapa sungai yang tidak memiliki jembatan yang harus disebrangi.

Matahari tenggelam pada sore hari ke-2 kami nikmati di pantai sebelah utara pantai Ujung Genteng. Di pantai tersebut memiliki ombak yang cukup besar dan deras. Tinggi Ombak mencapai 2 meter bahkan lebih. Matahari begitu indah dilihat di pantai yang menghadap ke barat itu.

Kunjungan berikutnya adalah tempat penangkaran penyu. Jaraknya kurang lebih 5 km dari tempat kami menginap ke arah utara. Di sana merupakan habitat penyu yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Kami harus datang pada malam hari untuk dapat melihat penyu secara langsung, itupun harus menunggu penyu tersebut naik ke daratan untuk bertelur, baru kemudian kami cegat. Sangat menarik.

2 malam di pantai ini diwarnai dengan hujan badai yang cukup deras, hingga kami harus memindahkan tenda kami ke belakang bangunan penduduk agar mendapat lindungan dari angin yang berhembus cukup keras dari arah pantai. Yap, sangat menarik berlibur di Ujung Genteng. Para pembaca juga sepertinya harus mencobanya.

Squad Ujung Genteng

 

  1. Dhadhang (pimpinan gerombolan)
  2. Nilam (Tae Kwon Do , Mahasiswa IT Telkom angkatan 2008)
  3. Bagus Rully
  4. Arif
  5. Nurul
  6. Nova (Tae Kwon Do , Mahasiswa IT Telkom angkatan 2008)
  7. Billy (Tae Kwon Do , Mahasiswa IT Telkom angkatan 2008)
  8. Gebi (Tae Kwon Do , Mahasiswa IT Telkom angkatan 2008)
  9. Andika Bayu
  10. Ferdian
  11. Wikan (Mahasiswa kedokteran UGM)
  12. Adheet

postingan terkait