Tentu saja jika anda orang Bandung dan mendapat pertanyaan : “pernah ke bekas Olcott Park ga…?”, maka hampir tidak ada yang menjawab “Pernah…”, kecuali jika anda seorang yang peduli atau pemerhati bangunan tua di kota Bandung ini. Namun, apabila kata-kata “bekas Olcott Park” , yang merupakan tempat persinggahan favorit di kota Bandung pada tahun 1930-1950 an, tadi diganti dengan “Bandung Indah Plaza”  atau lebih terkenal lagi dengan sebutan BIP, maka hampir seluruh orang Bandung, tahu atau bahkan pernah mengunjungi salah satu mall modern pertama di kota ini.

Flat Olcott Park merupakan hotel terkenal di kota Bandung pada masa itu. Bentuk fisik dari hotel ini merupakan kumpulan dari beberapa villa. Di bagian depan Villa, terdapat kursi-kursi berpayung yang menghadap ke jalan serta dalam terdapat taman halaman yang asri. Flat Olcott Park terletak di Mardikaweg yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Jln Merdeka, dibangun persis di tempat saat ini BIP berdiri.

 

Hotel ini memiliki ornamen yang cantik dengan dinaungi pepohonan yang rindang, sehingga membuat siapapun merasa nyaman ketika berkunjung ke sana. Ruangan bergaya modern dengan furniture berkelas pada saat ini. Tumbuhan liar yang menempel di dinding memberi kesan hotel ini menyatu dengan alam sekitarnya yang rimbun.

 

Kerimbunan hotel ini tidak hanya terdapat di sekelilingnya, namun juga di halaman dalam hotel terdapat taman yang hijau dan ditumbuhi pepohonan. Pada pertengahan tahun 1950, Flat Olcott Park berubah nama menjadi Hotel Pakunegara.

 

Pada awal masa perubahan nama, tidak banyak yang berubah dari Hotel Pakunegara, ornamen bahkan tulisan Olcott Park pada dinding atas gedung utama kompleks hotel masih terlihat dengan jelas. Seiring dengan perkembangan zaman, hotel mengalami pembangunan menjadi bangunan yang lebih modern. dari gambar di atas, dapat dilihat, sebelah kiri merupakan iklan hotel pakunegara sebelum mengalami pembangunan, dan di sebelah kanan adalah foto Hotel Pakunegara pada tahun 1975, di mana telah terjadi banyak perubahan.

Saat ini, jangan harap para pembaca ingin menyaksikan lagi kemegahan dan kerimbunan dari Flat Olcott Park atau Hotel Pakunegara. Bangunan tempo dulu tadi saat ini benar-benar sudah lenyap digantikan dengan pusat perbelanjaan terkenal di kota ini.

 

Pada akhir tahun 1980, Hotel Pakunegara dirobohkan, kemudian dibangun pusat perbelanjaan Plaza Bandung Indah yang menjadi mall modern pertama di kota ini. tidak ada sedikitpun peninggalan yang tersisa dari hotel pakunegara ini. Rimbunnya pohon di sekelilingnya juga mulai lenyap menyisakan beberapa saja. Jalanan sepi yang dulu dinikmati oleh para turis yang berkunjung ke Olcott Park dengan duduk di kursi berpayung menghadap ke jalan, kini digantikan dengan hiruk pikuk lalu lintas Bandung yang padat. BIP sendiri mengalami beberapa perubahan seiring perkembangan zaman. BIP dulunya sempat memiliki ruang terbuka di bagian tengahnya, namun saat ini benar-benar sudah berganti dengan pertokoan.
Tak tersisa, ya, tidak tersisa. Orang Bandung banyak yang tidak mengetahui tempat itu sebelumnya. Bahkan yang tahu pun sudah banyak yang melupakannya. Memang suatu keniscayaan ketika zaman berkembang namun di sisi lain kita harus peduli dan melestarikan bangunan bersejarah. Cukup diketahui, cukup diingat, Bandung memiliki banyak tempat indah yang perlu dilestarikan. 

sumber dan gambar :

Dataran tinggi Bandung dulunya merupakan kaldera Gunung Purba Sunda yang kemudian berubah menjadi Danau Purba Bandung. Kota ini berdiri pada ketinggian 625-775 meter dpl di mana dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. Danau Purba Bandung atau lebih dikenal dengan sebutan Situ Hyang diyakini pernah merendam dataran tinggi Bandung. Yang menjadi pertanyaan adalah, kemanakah sisa peninggalan danau purba ini?

Mungkin ada beberapa pembaca terutama pembaca angkatan 50-60 an pernah mendengar nama Situ Aksan. Situ Aksan diyakini oleh masyarakat Bandung sebagai sisa peninggalan danau pirba Situ Hyang yang saat ini telah lenyap dimakan zaman. Situ Aksan terletak di sebelah barat kota Bandung, tepatnya sebelah selatan Jalan Jendral Sudirman yang mengarah ke bundaran pertemuan dengan Jalan Soekarno Hatta.

Pemerintah Hindia Belanda memberi nama untuk danau yang menjadi objek wisata di kota ini pada masanya sebagai Westerpark. Sedangkan jalan yang menghubungkan Westerpark dengan Grote Postweg (Jalan Raya Pos, sekarang Jalan Jendral Sudirman) disebut Westerparkweg. Saat ini Westerparkweg dikenal dengan nama Jalan Suryani. Situ Aksan yang memiliki pulau kecil ditengahnya di mana dapat ditempuh dengan perahu ini merupakan objek wisata favorit pada tahun 1950 hingga 1960. Berperahu di Situ Aksan merupakan kegiatan rekreasi favorit warga bandung pada saat itu.

Suasana yang permai dan nyaman, teduh, hijau dan sejuk melengkapi keindahan Situ Aksan pada saat itu. Sayangnya suasana seperti itu hanya bisa dinikmati hingga tahun 1970. Pada awal tahun 1970, kawasan Situ Aksan mulai mengalami penyusutan karena pembangunan areal hunian di sekitarnya. Luas Situ Aksan semakin lama semakin mengecil, hingga awal tahun 1980 Situ Aksan hanya seluas kolam pemancingan. Sampai puncaknya pada awal tahun 1990, Situ Aksan sudah benar-benar lenyap tanpa sisa. Saya pun tidak sempat sama sekali menikmati keindahan danau itu. Hanya mendengar cerita dari orang-orang, dan membaca beberapa buku.

Ironis memang, apakah ini seleksi alam, atau kecerobohan pemerintah pada saat itu dalam pengelolaan kota, atau mungkin juga ketidakpedulian dalam pelestarian alam. Situ Aksan bukan satu-satunya tempat bersejarah yang menjadi korban pembangunan.  Ada juga Situ Bunjali dimana nama Bunjali berasal dari nama tumbuhan Jali yang tumbuh di sekelilingnya. Situ Bunjali yang kini telah menjadi komplek perumahan, terletak sebelah selatan kolam renang cihampelas. Ada juga situ yang saat ini kondisinya terancam akan punah juga, yaitu Situ Emuh yang terletak di sebelah selatan kolam renang Karang Setra dan Situ Neglasari yang terletak di daerah Ciumbuleuit. Akankah nasib mereka akan seperti Situ Aksan dan Situ Bunjali? Itu tergantung kepedulian pemerintah dan warga Bandung pada umumnya.

sumber dan gambar :

23 tahun sudah saya menghuni kota ini (ups, jadi ketauan deh umur saya), kota nan elok yang kini telah menjadi lautan api, mari bung rebut kembali. (doh malah jadi nyanyi…) okey, back to topik hidayat… Kata tante WikiKota Bandung  adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java atau “Paris dari Jawa”.

 Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata.  Yang menarik perhatian saya dari kota ini adalah, Bandung memiliki banyak sekali bangunan-bangunan tempo dulu yang hingga saat ini masih bisa dinikmati. Meski banyak yang sudah berubah fungsi, namun ciri khas arsitektur zaman Belanda masih melekat erat pada bangunan-bangunan tersebut.

contoh foto di atas, merupakan bangunan yang hingga saat ini masih memiliki bentuk yang sama dengan tempo dulu. Bangunan ini terletak di jalan belitung, yang saat ini menjadi bangunan SMA 5 dan 3 Bandung. atau kita naik sedikit ke arah barat, ada bangunan yang dulunya merupakan pusat bursa dagang, di mana setiap tahunnya diadakan pameran dagang dan pasar malam di sana. Saat ini, gedung tersebut telah menjadi gedung markas komando pendidikan dan latihan (MAKODIKLAT) TNI Angkatan Darat.

 

ada pula gedung yang telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya, namun tetap memiliki nuansa tempo dulu yang kental. Contohnya adalah gedung Concordia yang didirikan pada tahun 1895 yang kemudian dihacurkan dan dibangun kembali pada tahun 1921 oleh arsitek Belanda ternama, C.P. Wolff Schoemaker, di mana hingga saat ini masih bisa lihat kemegahan nya di jalan Asia Afrika. Gedung ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Merdeka.

 

Tentu saja ada juga sekali bangunan yang sudah tidak meninggalkan sedikitpun ciri khas nya, contohnya ada bangunan pasar baru Bandung yang telah mengalami banyak sekali perubahan.

 

Contoh lain bangunan yang sudah banyak sekali mengalami perubahan adalah Mesjid Agung Bandung yang terletak di alun-alun Kota Bandung di mana saat ini telah berubah nama menjadi Masjid Raya Bandung. Atau yang paling hebat adalah Mall Bandung Indah Plasa yang terletak di jalan Merdeka, ternyata dulunya merupakan hotel yang terkenal di kota Bandung yaitu Hotel Flat Olcott Park. Flat Olcott Park sempat berubah nama menjadi Hotel Pakunegara sebelum berubah menjadi salah satu mall terkenal di kota Bandung. melestarikan sejarah serta budaya merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemerintah negeri ini. Gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah serta catatan sejarah penting harus dirawat dan dilestarikan dengan baik. Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu bahwa kota ini memiliki sejarah yang luar biasa penting. keep bandung beautifull euy…. :D     Foto dan sumber diambil dari (saya haturkan terima kasih) :) .

Pada suatu hari aku berlibur ke desa…. <- mirip karangan anak SD… okey, ulangi….

Tapi beneran kok, jam 3 pagi, hari minggu 20080201, saya masih di the village, ciawi setelah mengikuti outbond yang diadakan oleh kantor pada hari sebelumnya. Sebenarnya, masih ada acara pada hari minggu itu, malahan itu adalah acara yang paling seru, yaitu paintball.

(lagi…)

Pada suatu hari aku berlibur ke desa…. <- mirip karangan anak SD… okey, ulangi….

Tapi beneran kok, jam 3 pagi, hari minggu 20080201, saya masih di the village, ciawi setelah mengikuti outbond yang diadakan oleh kantor pada hari sebelumnya. Sebenarnya, masih ada acara pada hari minggu itu, malahan itu adalah acara yang paling seru, yaitu paintball. Ya, kapan lagi coba bisa main tembak-tembakan sama bapak direktur utama, kapan lagi bisa nembak bapak menejer dengan puasnya, kapan lagi bisa men-headshoot bapak direktur keuangan, atau sekalian aja disandera sambil menuntut kenaikan gaji (ups, padahal baru kemaren dinaikin :D ). Ternyata memang bukan rezeki saya untuk mengikuti acara itu, karena ada acara yang konon khabarnya sayalah ketua panitianya di Bandung. Dengan perhitungan waktu berangkat sebelumnya yang ditempuh dalam waktu 4jam, saya berencana langsung berangkat pada jam 3 pagi itu, supaya jam 7 bisa sampai rumah, mandi, lalu berangkat ke Braga yang menjadi venue acara tersebut.

  

Namun ternyata, gerbang utama villa baru dibuka jam setengah  5 pagi. Saya pun langsung meluncur menuju Bandung sesaat setelah Villa dibuka dengan hati khawatir datang terlambat di acara itu. Villa the village terletak di sebelah timur kota bogor, jalan alternatif menuju kota sukabumi.

 

Saya mencoba secepat cepatnya sampai Bandung. Daihatsu YRV yang saya kendarai langsung digas seadanya, meliuk-liuk melewati jalan berkelok di kawasan itu. Akibat dari nyetir ugal-ugalan itu. jam 6 pagi, atau 1 setengah jam setelah saya berangkat, mobil saya sudah masuk Padalarang, jam 6 lewat 15 menit saya sudah sampai di rumah tanpa kekurangan sesuatu apapun. Alhamdulillah.

 

Udahan ah ceritanya. lanjut ke acara kita… Bebersih Bandung Yuk jilid 8…. wow, ga usah banyak cerita soal acara ini, masih sama konsepnya sama jilid-jilid sebelumnya, namun kali ini ditambah acara ngamen keren di kawasan yang melegenda di kota Bandung, yaitu Braga. Mengambil tempat di Braga City Walk, acara ini disponsori oleh berbagai macam pihak, yaitu.

 

ada juga sponsor dadakan yaitu Mr. Ichanx yang menyumbangkan buku karangan dirinya sebanyak 3 biji, lumayan untuk doorprize, he he he.

Acara ini juga dimeriahkan oleh Dreamer Band, dengan memboyong Badai dari grup band Kerispatih yang turut memeriahkan acara ini. Musik-musik yang mereka bawakan tidak hanya menghibur para blogger yang kelelahan setelah memunguti sampah di sekitar Braga dan jalan Asia Afrika, namun juga menghibur para pengunjung Braga City Walk yang kebetulan sedang berkunjung ke mall tersebut.

 

Setelah itu, kami juga diajak untuk berkeliling hotel Aston yang menajubkan.

yaph, acara yang sangat menyenangkan, terima kasih untuk seluruh panitia dan seluruh pihak yang terkait suksesnya acara ini.

Untuk cerita lebih serunya bisa dilihat di link di bawah ini. 

sampai bertemu di BBY jilid 9 bulan Maret 2009.

batagor.net, juga batagor.info mempersembahkan

BBY jilid 8

sudah pada tau khan tentang bebersih Bandung ini…
nih acaranya…. (lagi…)

 

 

batagor.net, juga batagor.info mempersembahkan
BBY jilid 8
sudah pada tau khan tentang bebersih Bandung ini…
nih acaranya….
  • Bebersih Bandung Yuk, Jilid 8 : Batagor goes to Braga
  • waktu : Minggu, 1 Februari 08:00 (pagi loh) WIB (Waktu Indonesia bagian Braga)
  • tempat : kumpul di pelataran Braga City Walk Jln. Braga, Bandung
  • Acara : Kopdar (pastinya), bebersih Bandung, Games, Makan Siang bareng
dimohon kehadiran nya tepat waktu…
oya, rencananya, kita ingin ada kaos, kalo ga dapet sponsor, kita kencleng aja okey buat beli kaos, biar seragam…
acara dipersembahkan oleh
  • (masih diolo (dibujuk.red) sponsornya)
yang Hadir di acara nanti
  1. Aki Herry (Bapak Blogger Bandung) Constadi
  2. Teh Shasya (Teteh Blogger Bandung) << naon deui
  3. Yudha P Sunandar
  4. Karina A Shelyani
  5. Ermaya
  6. Bayu Hebat << wajib dia mah
  7. Chatoer << he he he… nyonya diajak ya….
  8. Bagus Rully Muttaqien
  9. Teh Opie
  10. Alfis si Bolang
  11. Gomera Senpu
  12. Lala Ogiex
  13. EmFajar
  14. Ichanx Sesaat
  15. DKazuma
  16. Luthfi Fuadi Majid
  17. Ian
  18. nddaisme
  19. …….
  20. …….
  21. pendaftaran masih terus dibuka….. silahkan comment di bawah untuk ikutan….
okeh…. ditunggu partisipasinya…
apdet deredtdet……

Saya rasa ini adalah liburan paling menarik di akhir tahun ini. Sebenarnya, saya baru memutuskan untuk berangkat ke Ujung Genteng Sukabumi itu hanya seminggu sebelum berangkat. Sempat terfikir kalo rencana yang sudah dibicarakan sejak 2 bulan yang lalu ini gagal terlaksana karena kurangnya peserta yang akan ikut. Tak disangka, saya ditelfon oleh seorang sahabat yang merantau di negeri sebrang sana. Beliau menginginkan untuk menghabiskan liburan di Ujung Genteng. Akhirnya saya putuskan untuk ikut juga.

(lagi…)

Akhir-akhir ini semakin banyak terlihat di Televisi tayangan tentang persidangan hukum. Apakah itu masalah perceraian, pembunuhan, atau berbagai kasus pidana dan perdata lainnya. Sudah barang tentu kita tidak ingin kasus-kasus tersebut menimpa diri kita, naudzubilaminzalik…. Namun tanpa kita sadari sebetulnya selama ini kita sudah sering terjerat dalam suatu persidangan. Namun kita sendirilah yang memainkan semua peran yang ada dalam sidang tersebut. Kita sendiri lah yang menjadi hakimnya, jaksanya atau pembelanya dan tentu saja kita juga yang menjadi terdakwanya…!

Seperti yang kita tahu, diri kita terdiri dari dua bagian, yaitu ruh dan jasad. Mari kita berimajinasi sejenak andai ruh kita keluar dari tubuh (jasad) kita, ruh kita keluar karena ingin bermain “sidang-sidangan” bersama jasad kita. Ruh kita punya 3 pilihan peran yang bisa ia mainkan, ia bisa berperan menjadi hakim, jaksa atau pembela. Namun jasad kita hanya bisa menjadi terdakwanya.

(lagi…)

Setelah sekian lama saya mendengar istilah VIP namun Saya tidak pernah tahu apa kepanjangan dari VIP tersebut.Yang saya tahu segala sesuatu yang berkelas VIP pasti menawarkan pelayanan yang sangat eksklusif atau high class dan itu memang sepadan dengan jumlah uang yang harus dikeluarkan.

Baru belakangan ini akhirnya Saya tahu kepanjangan dari VIP. Ternyata VIP itu singkatan dari Very Important Person. ” Wah…keren banget..!”,itu kalimat yg pertama kali keluar dari mulut Saya ketika tahu kepanjangannya. Saya pikir menjadi orang yang sangat penting itu memang enak dan saya juga yakin banyak orang yang menginginkan posisi tersebut bahkan terkadang sampai terjadi “sikut-sikutan” demi mencapainya. Karena selain mendapatkan fasilitas yang serba wah, seorang VIP juga mendapatkan penjagaan yang luar biasa ketat atas keselamatan orang tersebut.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »